Pengalaman saat PMR
Awal aku
mengenal PMR (Palang Merah Remaja), saat
aku menduduki kelas XI di sini di wajibkan bagi seluruh siswa siswi untuk
mengikuti kegiatan Ekskul Sekolah walaupun awalnya aku merasa Terpaksa untuk
ikut Karena belum ada Ekskul yang ku ikuti . Tapi Setelah aku mengenal dan
mempelajarinya. PMR adalah hal yang penting yang wajib di ikuti karena kita dapat belajar menjadi dokter kecil, bagaimana menangani seorang pasien sakit kecelakaan, pasien korban bencana atau yang
lainnya . Tak hanya itu si sini kita
juga bisa sambil bermain atau sejenak menghilangkn kejenuhan bersama
teman-teman ..
ya bisa menambah
wawasanlah
Pengalaman yang
paling mengesankan adalah saat Pelantikan walaupun hanya 2 hari 1 malam
tapiiiii uuuuuhh ..
banyak sekali pengalaman-pengalaman seru yang tak dapat di
lupakan misalnya saat berusaha mendapatkan Pin dari kakak-kakak panitia di sini
kita butuh keberanian dan kepercayaan diri , hal yang sangat menantang . ketika
itu waktunya isi materi donor darah entah
kak siapa namanya disilah saya yang awalnya sangat minder dan tidak percaya
diri akirnya berhasil mendapatkan Pin dengan belajar untuk dapat percaya diri .
Ketika waktu
sore beranjak malam kami semua di persilahkan untuk membersihkan diri dan
shollat magrip . setelah selesai kami berkumpul kembali untuk mengkuti kegiatan
makan malam . Awalnya sih kami menyambut dengan senang tapi kakak-kakak panitia
mulai beraksi …….
ya kami di suruh menggambil makannanya denga jogkok kemudian
cara makannyapun juga berbeda dari cara berdo’anya pun ada sendiri dan yang paling parah di sini semua makanan
yang ada di piring di campurkan dengan garaamm. Huuuuuuhh rasanya mantap yang
pernah ku makan se umur hidup
hehehhehehe …….
Sedikit lebaihehehheh
Setelah
kegiatan makan malam usai kami melanjutkan untuk pengisian materi hingga pukul
22.00 . dan kami di persilahkan untuk beristirahat , Setelah kurang lebih 4 jam
kami beristirahat lalu kami di bangunkan sekitar pukul 02.00 untuk melakukan
jelajah malam. di jelajah malam ini kami di beri sedikit permainan
ketangkasan untuk menghilangkan kantuk
dan dinginnya malam sambil menunggu giliran klompok di panggil .
Nah kini giliran kelompok ku
untuk di panggil melakukan perjalanan malam dan kami harus menelusuri jalan dan
mencari pos-pos, yang paling membuat kami takut adalah ketika kakak pembimbing
kami memberi sebuah bawang putih dan segenggam garam dengan mengatakan
“hati-hati di jalan semoga tidak terjadi apa-apa” huuuuh .. perkataan itulah
yang membuat kami takut . di perjalanan kami di wajibkan untuk mencari
pos-pos yang setiap pos
telah ada kakak-kakak panitia yang
menjaganya dan di setiap pos ada
tantangan tersendiri yang harus kami hadapi . ketika di pos terakir ada seorang kakak yang menitipkan sesuatu
kepada kami dan meminta untuk memberikannya kepada kak Nanas, sedangkan kami
ndak tahu siapa kak nanas itu
Ketika sampai di tempat tujuan
lagi-lagi di kerjain, di sini kami di suruh untuk mencari kakak panitia yang
bernama kak nanans dan memberikan titipannya tadi tapi kami nggak tahu siapa
kak nanas itu, dan kami berusaha mencari
dan bertanya, tapi jangan kaget omelan dan hukuman 2 set sudah tidak asing lagi
bagi kami. Berawal dari sinilah kemanjaan, dan keminderan, kami sedikit hilang
. karena di sini kami benar-benar di tes Mental .
Akirnya Malam menjelang pagi
sekitar pukul 03.30 acara di lanjutkan dengan renungan yang di isi oleh guru
kami sediri, hingga pukul 04.30 acara di tutup dan semua kembali ke sekolah
untuk membersihkan diri dan shollat subuh . olaraga dan makan pagi . setelah
makan pagi kami kembali ke acara selanjutnya yaitu outboand Di outbond kali ini
kami di ajarkan dengan bermain sambil belajar beradu ke kompakan,nyali,
ketangkasan dan menerapkan Ke PMR-an kita saat menolong korban. Acara ini
berlangsung sangat seruh hamper kurang lebih 4 jam kami bermain di dalam
lumpur-lumpuran huh ini merupakan pengalaman yang tak di lupakan .
Setelah waktu menunjukkan pukul
11.30 kami kembali ke sekolah untuk memebrsihkan diri . dan di lanjutkan untuk
gladi bersih penutupan outbond dengan mandi bunga 7 rupa . dan kami Resmi
menjadi anggota PMR .. horeeeeeeeeeeeeeeeeee … akirnya kami pulang ke rumah masing- masing sekitar pukul 17.00 dengan membawa baju yang bertuliskan PMR Budi
Mulia ..
Meskipun sulit untuk mendapatkannya
tapi kami lega akirnya kami tlah resmi menjadi anggota pmr
Kesan :PMR merupakan kegiatan yang sangat
penting karena di sini kita di ajarkann tentang kebersamaan kesamaan ke
kompakan se sukarelaan dan
pengalaman-pengalaman berkesan dan yang pasti sangat saying sekali jika tidak
mengikuti
Pesan : bagi kalian penerus generasi PMR .
jangan pernah menyerah karena masih
banyak hikmah lain yang dapat kita petik .
Malang 12
Maret 2014
Remadja
D’cinta Denzciti



